KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA NOMOR: B-144/Un.01/F8/PP.00.9/I/2021 TENTANG PENETAPAN KEPENGURUSAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS TAHUN 2020-2021
KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA NOMOR: B-144/Un.01/F8/PP.00.9/I/2021 TENTANG PENETAPAN KEPENGURUSAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS TAHUN 2020-2021
link file: https://drive.google.com/file/d/1fvu-eevNWW_IMVHtzpThlTKjXg7umEVQ/view?usp=drivesdk
KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA NOMOR 27 TAHUN 2019 TENTANG PENETAPAN HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN (HMJ) EKONOMI PEMBANGUNAN
KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA NOMOR 27 TAHUN 2019 TENTANG PENETAPAN HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN (HMJ) EKONOMI PEMBANGUNAN
Economic Development Magazine 2nd Edition
Economic Development Magazine 2nd Edition
Dengan sangat bangga, kami selaku Departemen Keilmuan akhirnya merilis salah satu program kerja kami yaitu majalah digital Economic Development Magazine 2nd Edition. Pada edisi kedua EDM ini, tidak jauh berbeda dengan edisi sebelumnya yang menampilkan konten ekonomi, selain itu kami juga menambahkan konten-konten seputar isu-isu yang tengah hangat di masyarakat, konten ekonomi lingkungan maupun ekonomi korupsi. Konten utama yang kami bawakan adalah rubrik Indonesia's Economic Problem dengan judul "Between Green Economy Initiative and Eradication Corruption" lalu konten lainnya seperti rubrik "Economic in Number Kuartal IV Tahun 2022", Seputar Pendapat Dosen (SPD) dan Economist Figure. Tentunya pada EDM kali ini masih terdapat banyak kekurangan yang ada sehingga review dan penilaian dari teman-teman pembaca dan bapak/ibu dosen akan sangat membatu dalam kemajuan EDM edisi selanjutnya. Selamat membaca!!
Hormat kami,
Departemen Keilmuan
Review, Saran dan Kritik Economic Development Magazine 2nd Edition
Economic Development Magazine 1st Edition
Economic Development Magazine 1st Edition
Dengan sangat bangga, kami Departemen Penelitian dan Publikasi Ilmiah akhirnya merilis salah satu program kerja kami yaitu majalah digital Economic Development Magazine 1st Edition. Dalam edisi pertama EDM, banyak inisiasi rubrik yang ditampilkan dengan fokus pada konten ekonomi namun diselingi oleh konten entertainment. Konten utama yang kami bawakan adalah rubrik What's Happening? dengan judul Ada PPKM, Akankah Tingkat Konsumsi Masyarakat Menurun? Lalu konten lainnya seperti rubrik Economic in Number Vol.1 Per Agustus 2020, Kuartal II Tahun 2021, dan Economist Figure Drs. Pheni Chalid, SF., MA., Ph.D.
Tentu dari pertama kali ini, banyak kekurangan-kekurangan yang ada sehingga review atau penilaian dari teman-teman pembaca akan sangat membantu sekali dalam kemajuan EDM pada edisi selanjutnya. Selamat membaca!
Read
Review, Saran dan Kritik Economic Development Magazine 1st Edition
E-PUSTAKA 3.0 HMPS EP
- Semester 2
Semester 3
Semester 3
- Semester 4
Semester 5
Semester 5
Semester 6
Semester 6
Semester 7
Semester 7
Referensi Buku
Referensi Buku
Referensi Penelitian
Referensi Penelitian
- Lain-Lain
Dilema Kebijakan Kenaikan Cukai Rokok : Antara Barang yang Dibenci dan Dirindukan
Dilema Kebijakan Kenaikan Cukai Rokok
: Antara Barang yang Dibenci dan Dirindukan
OLEH : Nur
Arsyi Himmatul Ulya
Polemik cukai
rokok belakangan ini kembali akan mengalami kenaikan pada awal bulan januari
2020. Dimana pemerintah bakal resmi menaikkan tarif cukai rokok rata-rata 23
persen dan harga jual eceran rokok rata-rata 35 persen. Dimana negara Indonesia
mengikuti para negara yang merupakan anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan
Pembangunan (OECD) yang justru peningkatan cukai dan harga jual rokok melambung
jauh mencapai 50 persen. Kenaikan cukai tersebut ditujukan untuk menambah
pendapatan negara. Pemerintah merasa perlu melakukan langkah drastis ini karena
jumlah prevalensi perokok yang meningkat. Berdasarkan data yang disampaikan
oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani anak-anak dan remaja naik dari 7% menjadi 9%.
Perempuan juga naik, dari 2,5% menjadi 4,8%. Karena itu, pengendalian rokok
melalui cukai menjadi penting dimana produk tembakau itu erat kaitannya dengan
penyakit, termasuk kanker.
Kenaikan
tarif cukai rokok yang tinggi juga dijalankan untuk membasmi peredaran rokok
ilegal tanpa cukai sehingga dengan tindakan ini dapat meningkatkan pendapatan
negara. Hal tersebut harus diikuti oleh kebijakan intensifikasi dan
ekstensifikasi obyek yang terkena cukai. Sejauh ini, hanya ada tiga barang yang
terkena cukai, yakni tembakau, minuman beralkohol, dan etil alkohol. Cakupan
dari perolehan cukai tembakau mencapai 95 persen di antara ketiganya. Opsi
lainnya yaitu intensifikasi dengan sifat rokok yang adiktif dan inelastis
terhadap harga, caranya melakukan penerimaan cukai yaitu melalui tarif cukai.
Sesuai dengan ketentuan, cukai tembakau hanya boleh dipungut maksimal 57 prsen dari
harga jual. Hal ini berpengaruh tarif yang akan selalu naik demi mengejar
target penerimaan (batas maksimum).
Penetapan
kenaikan tarif cukai rokok yang baru itu akan segera tertuang dalam Peraturan
Menteri Keuangan. Harapannya, penerimaan cukai atas tembakau bisa mencapai Rp
171,9 triliun. Angka penerimaannya naik 8,2% dibandingkan tahun ini yang
mencapai Rp 158,9 triliun. Sebagai informasi, hingga semester pertama tahun
ini, pendapatan bea cukai sudah mencapai Rp 87,6 triliun. Dari jumlah itu, hampir
75% berasal dari cukai tembakau.
Mendengar
keputusan pemerintah, pihak Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia
(GAPPRI) menilai kenaikan cukai akan menekan industri penghasil tembakau dan
menambah peluang laju rokok ilegal semakin berkeliaran serta nasib petani
tembakau dan tenaga kerja di industri pun terancam. Ketua Umum GAPPRI, Henry
Najoan mengatakan bahwa kenaikan cukai di kisaran 10 persen masih sangat wajar
dan bisa diterima, namun beda halnya dengan kenaikan cukai yang mencapai hingga
23 persen di tahun mendatang. Dia pun menganggap bahwa pemerintah membedakan
perlakuan antara industri rokok konvensional dengan elektrik.
Probabilitas
terjadinya migrasi dari rokok konvensional ke rokok elektrik semakin terbuka.
Konsekuensinya, ada kemungkinan penerimaan negara menyusut. Kenaikan perolehan
cukai dari rokok elektrik tidak sepadan dengan penurunan penerimaan cukai dari
rokok konvensional. Lagi-lagi, kepentingan fiskal kurang sinkron dengan
eksistensi industri tembakau sebagai "basis" penerimaan cukai.
Direktur
Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, Heru Pambudi memastikan kenaikan
tarif cukai rokok sebesar 23% pada 2020 akan melindungi industri hasil tembakau
yang berbasis padat karya dan melibatkan banyak pekerja. Untuk melindungi
industri padat karya tersebut maka kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran
rata-rata sigaret kretek tangan (SKT) akan lebih rendah daripada sigaret kretek
mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM). "Padat karya yang lebih utama
karena menyangkut ratusan ribu tenaga kerja dan turunannya," kata Heru.
Soal potensi akan masuknya rokok ilegal, Heru memastikan hal itu tidak terjadi.
"Kalau bicara mitigasi dari rokok ilegal, kami bekerja sama dengan aparat
penegak hukum, agar yang ilegal ini tidak naik," ujarnya.
Pengaruh
kenaikan cukai rokok berdampak pada saham dua produsen rokok terbesar di
Indonesia, HM Sampoerna dan PT Gudang Garam Tbk yang langsung turun drastis
menjadi 18,21% atau level Rp. 2.290 per lembar saham sedangkan saham Gudang
Garam melemah juga menjadi level Rp. 54.600 per lembar. Kinerja keduanya masih
tergolong kinerja positif pada semester pertama tahun 2019.
Faktanya,
penerimaan cukai dimasukkan ke postur APBN menjadi satu pos besar, yaitu
penerimaan negara. Akibatnya, perolehan cukai, layaknya pajak, dapat digunakan
untuk membiayai belanja pemerintah. Namun cukai pada prinsipnya alokasi
belanjanya harus dikembalikan pada hal-hal yang berkaitan erat dengan barang
terkena cukai. Karenanya, pelaku ekonomi yang terpapar dampak negatif rokok
bisa mengklaim penerimaan cukai yang terhimpun. Padahal selama dua tahun
terakhir dana dari cukai digunakan untuk menutup defisit Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial Kesehatan.
Pada
akhirnya, pungutan cukai rokok harus dikembalikan ke fungsi utamanya yakni
untuk meningkatkan pendapatan negara . Direktorat Jenderal Bea Cukai memiliki
capaian untuk melindungi para konsumen dari risiko rokok. Pandangan cukai rokok
sebagai sumber kas negara, tidak menyeimbangi tugasnya untuk mengendalikan
konsumen. Seolah-olah rokok seperti barang yang dibenci (efek) namun dirindukan
pula (cukai rokoknya).
REFERENSI :
https://katadata.co.id/telaah/2019/09/17/efek-berantai-tingginya-kenaikan-cukai-rokok
https://ekonomi.bisnis.com/read/20191023/259/1162399/tarif-baru-cukai-rokok-cht-mulai-berlaku-awal-tahun-depan
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4081993/kenaikan-cukai-ancam-keberlangsungan-industri-rokok
https://money.kompas.com/read/2019/09/10/172443126/kebijakan-cukai-rokok-berdampak-ke-jutaan-orang-dan-penerimaan-negara
https://kolom.tempo.co/read/1254272/dilema-ekonomi-cukai-rokok
Tetap Waspada Terhadap Kemudahan Financial Technology
Tetap Waspada Terhadap Kemudahan Financial Technology
Oleh: Hilda Sinta Dewi
Indonesia saat ini sedang memasuki era revolusi
industri 4.0 yaitu ditandai dengan
tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan
teknologi cyber. Teknologi saat ini
mudah untuk didapatkan, di mana saja dan kapan saja. Banyak perusahaan yang
mulai menciptakan sebuah inovasi dengan mengandalkan teknologi saat ini. Ada di
bidang jasa sebut saja “Gojek,dan Grab”
yang menjadi platform terbesar di Indonesia dalam hal menawarkan jasa untuk
mengantarkan penumpang dengan basis aplikasi.
Selain di bidang jasa
yang marak saat ini adalah di bidang keuangan yaitu dengan adanya Financial Technology (Fintech) yang merupakan hasil gabungan
antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari
konvensional menjadi modern, yang awalnya dalam membayar harus bertatap muka
dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan
melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja. Sampai dengan 7 Agustus 2019, total jumlah
penyelenggara fintech terdaftar dan
berizin adalah sebanyak 127 perusahaan.
Terdapat penambahan
lima belas penyelenggara fintech terdaftar yaitu, qazwa.id, bsalam, onehope,
LadangModal, Dhanapala, Restock, Solusiku, pinjamdisini, AdaPundi, Tree+,
Assetkita, Edufund, Finanku, Tunasaku, dan Uatas. Dengan adanya teknologi semacam ini masyarakat dimudahkan dalam
segala hal contohnya dalam pembayaran. Seperti yang kita ketahui saat ini ada
yang dinamakan dompet digital sebut saja “DANA”.
Fintech
ini muncul akibat perubahan gaya hidup di masyarakat yang sekarang lebih banyak
menggunakan kartu dalam pembayaran dibandingkan dengan uang cash. Namun, masih ada kesulitan yang
dihadapi para konsumen seperti tidak ada ATM di wilayahnya atau malas untuk
pergi keluar rumah untuk mencari barang yang dibutuhkan sehingga fintech ini
muncul untuk mempermudah konsumen dan fintech juga dapat digunakan sebagai
sarana pinjam meminjam online tanpa bertatap muka. Namun, dibalik kemudahan
fintech saat ini, akhirnya fintech dijadikan sebuah kesempatan dalam kesempitan
bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Untuk
memberantas hal tersebut akhirnya OJK memberikan sanksi bagi penyedia fintech
ilegal melalui berbagai instrumen kebijakannya. Dalam hal ini khususnya perihal
fintech yang bergerak di bidang P2P
(Peer-to-peer) Lending yang tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari
OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat sejak
awal tahun sampai awal September 2019, sudah ada 946 fintech ilegal dan
investasi bodong yang ditangani Satgas Waspada Investasi. Sejak 2018 hingga
September 2019 sudah ada 1.350 entitas yang ditutup.
Walaupun
sudah banyak fintech ilegal yang ditutup tapi masih banyak sekali yang beredar
di masyarakat baik di internet maupun ponsel. Fintech memang mempermudah
masyarakat dalam melakukan kegiatan pembayaran. Namun, kita sebagai konsumen
yang pintar harus tepat dalam memilih penggunaan fintech jangan sampai
kemudahan berteknologi malah membuat kita menjadi rugi, dengan iming-iming
mudah untuk mendapatkan uang kita sampai tergiur dan menjerumuskan diri kita ke
dalam pasar gelap tersebut.
Referensi:
Menghadapi Tantangan Ekonomi Dalam Pemindahan Ibu Kota
Menghadapi Tantangan
Ekonomi Dalam Pemindahan Ibu Kota
Wacana
pemindahan Ibu Kota Indonesia bukan kali ini saja diperbincangkan, pada era
soekarno pun pemindahan ibu kota sempat dicanangkan olehnya setelah melihat pemindahan
ibu kota Brazil dan Pakistan. Bahkan pada saat penjajahan belanda, rencana
pemindahan ibu kota dari Batavia ke Bandung pun menjadi perbincangan hangat
kala itu. Namun, apakah hal ini adalah pilihan terbaik bagi kemajuan
perekonomian negara ini?
Dan akhirnya pemindahan ibu kota pun terealisasikan. Pada tanggal 29
April 2019 melalui rapat terbatas pemerintah. Presiden Jokowi memutuskan untuk
memindahkan ibukota ke luar pulau jawa. Kemudian di tanggal Pada 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ibu kota
baru akan dibangun di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Menurut
ekonom Indef Rizal Taufikurrahman dalam studinya pada bulan Agustus 2019,
diperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Timur nanti, hanya
sebesar 0,24 persen sesuai dengan data-data pendukung yang ia gunakan.
Sementara itu, pemindahan ibu kota ini tidak akan berdampak sama sekali pada
pertumbuhan ekonomi nasional. Dan beberapa provinsi lainnya kemungkinan malah
akan mendapatkan dampak negatif.
Tidak hanya itu. Menurut Bharat Joshi, Asian Equities
Investment Director mengatakan bahwa manfaat ekonomi atas perpindahan ibu kota
baru akan dapat dirasakan setelah 10-15 tahun kedepan, saat infrastruktur dan
lingkungannya telah terbentuk. Joshi juga menyebut, Kalimantan akan menjadi ibu
kota administratif negara dan juga Jakarta akan tetap menjadi pusat komersial
dan keuangan negara. Hal ini sama dengan beberapa negara yang juga telah
memindahkan ibu kotanya, seperti Amerika Serikat (Washington Dc dan New York),
India (Delhi dan Mumbai, juga negara lainnya.
Lalu, sebenarnya
berapakah besar dana pemerintah yang dikeluarkan untuk rencana pemindahan ibu
kota ini?
Kementerian PPN/Bappenas telah membuat kajian mengenai
rencana pemindahan ibu kota tersebut. Hasilnya, setidaknya butuh Rp 466 triliun
untuk mewujudkan rencana besar pemerintah tersebut. Dana tersebut didapatkan
dari tiga skema pembiayaan untuk ibu kota baru nanti, yaitu APBN, Kerjasama
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan swasta.
Rincian dana tersebut terdiri dari Rp 32,7 triliun
digunakan khusus untuk pembangunan Istana Negara, bangunan strategis TNI/POLRI,
gedung legislatif, gedung eksekutif, dan gedung yudikatif. Dana dalam
pembangunan ini didapatkan dari APBN. Lalu Rp 265,1 triliun akan digunakan
untuk mendirikan rumah dinas, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan Lembaga
Pemasyarakatan. Mengenai sumber dana, kali ini bukan dati APBN melainkan semua
akan berkonsep KPBU dan murni swasta. Yang terakhir, yaitu pembangunan sarana
dan prasarana seperti jalan, telekomunikasi, listrik, air minum, drainase,
pengolahan limbah dan sarana olah raga, juga akan dibangun ruang terbuka hijau.
Untuk pembuatannya ini dianggarkan sebesar Rp 160,2 triliun yang berasal dari
APBN untuk pembuatan ruang terbuka hijau, dan dengan skema KPBU untuk fasilitas
sarana dan prasarana. Selain itu, pemerintah kemungkinan akan mengeluarakan
sebesar Rp 8 triliun untuk pengadaan lahan.
Pro kontra tentang
pemindahan ibu kota ini sedang hangatnya diperbincangkan oleh masyarakat
Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Alwi Indra Kusuma, mahasiswa UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, bahwa “pemindahan ibu kota
pasti akan memiliki dampak positif maupun negatif, contohnya dalam pertumbuhan
ekonomi Indonesia kemungkinan akan terhambat karna APBN difokuskan untuk
pembangunan infrastruktur ibu kota baru nanti, namun apabila dilihat dalam
sudut pandang geografis kondisi lingkungan Kalimantan kecil untuk terjadinya
bencana alam karena disana bukanlah ring of fire. Namun ancaman terbesar
Indonesia adalah Kalimantan sebagai salah satu hutan tropis terbesar di dunia”.
Kemudian ia pun menuturkan tentang pemindahan ibu kota harus dipikirkan secara
matang baik dalam dampak ekonomi, lingkungan, maupun sosial di Kalimantan
nantinya.
Referensi:
Pradita, Ilyas Istianur, Anggaran Pemindahan Ibu Kota Rp
466 Triliun, Ini Rinciannya, https://www.liputan6.com/bisnis/read/3983456/anggaran-pemindahan-ibu-kota-rp-466-triliun-ini-rinciannya, (8 Juni
2019 )
Setiawan, Sakina Rakhma Diah, Kapan Manfaat Ekonomi
Pemindahan Ibu Kota Bakal Terasa?,
https://money.kompas.com/read/2019/09/03/211754726/kapan-manfaat-ekonomi-pemindahan-ibu-kota-bakal-terasa. ( 3 September 2019 )
https://money.kompas.com/read/2019/09/03/211754726/kapan-manfaat-ekonomi-pemindahan-ibu-kota-bakal-terasa. ( 3 September 2019 )
CNN Indonesia,Ekonom Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak
Kuat Dongkrak Ekonomi, https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190826164308-92-424775/ekonom-sebut-pemindahan-ibu-kota-tak-kuat-dongkrak-ekonomi.. (26 Agustus 2019)
SWA. Menimbang Dampak Ekonomi
Pemindahan Ibu Kota, https://swa.co.id/swa/trends/economic-issues/menimbang-dampak-ekonomi-pemindahan-ibu-kota. ( 28 Agusutus 2019 )
Wikipedia, Pemindahan Ibu Kota Indonesia 2019, https://id.wikipedia.org/wiki/Pemindahan_ibu_kota_Indonesia_(2019%E2%80%93sekarang).
PT Krakatau Steel di Ambang Kebangkrutan, Apa yang Terjadi?
PT KRAKATAU STEEL DIAMBANG KEBANGKRUTAN, APA YANG
TERJADI?
PT Krakatau Steel merupakan BUMN yang
bergerak dibidang produksi baja. Perusahaan yang beroperasi di Cilegon, Banten
ini mulanya dibentuk sebagai wujud pelaksanaan Proyek Baja Trikora yang
diinisiasi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960 untuk memiliki pabrik baja
yang mampu mendukung perkembangan industri nasional yang mandiri, bernilai
tambah tinggi dan berpengaruh bagi pembangunan ekonomi nasional.
Ketika dibentuk pada tanggal 20 Mei 1962, perusahaan
yang dulunya bernama Cilegon Steel Mill ini resmi berdiri dengan kerjasama
Tjazpromexport dari Uni Soviet. Namun, terjadinya gejolak politik dan ekonomi
yang parah, mengakibatkan pembangunan pabrik terhenti. Barulah memasuki awal
1970an, unit pabrik dilanjutkan pembangunannya dan dioperasikan secara resmi
pada tanggal 31 Agustus 1970 dengan nama perusahaan Krakatau Steel.
Saat
ini PT Krakatau Steel sedang berada pada masa masa sulit. Perusahaan pelat
merah ini sedang diambang kebangkrutan yang disebabkan oleh beberapa hal, salah
satunya adalah kerugian yang didapat selama tujuh tahun terakhir. Mengapa PT
Krakatau Steel sulit mendapatkan keuntungan? Kepala Riset Koneksi Kapital,
Alfred Nainggolan menilai ada sejumlah faktor yang membuat Krakatau Steel sulit
mendapatkan keuntungan dalam tujuh tahun terakhir.
Salah
satu faktor yang menyebabkan Krakatau Steel sulit mendapatkan kentungan adalah
biaya produksi baja perseroan yang masih mahal. “Cost production mereka masih tinggi. Ketika harga baja dunia turun,
mau tidak mau harga baja mereka juga turun agar bisa bersaing dengan baja
impor. Masalahnya, cost production
itu susah turun” tutur Alfred kepada tirto
Faktor
kedua penyebab sulitnya Krakatau Steel mendapatkan keuntungaan ialah impor baja
yang semakin membanjiri pasar Indonesia bahkan dikeluhkan Asosiasi Besi Baja
Indonesia. Menurut mereka, pelaku industri dalam negeri kesulitan untuk
menaikkan utilitas (pemanfaatan kapasitas produksi terpasang) pabrik yang
rendah lantaran derasnya impor baja yang masuk.
Selain
biaya produksi yang belum efisien dan derasnya impor baja, faktor lainnya ialah
utang usaha Krakatau Steel, baik utang jangka pendek maupun jangka panjang.
Hingga 2018, total utang perusahaann mencapai US$2,49 miliar yang terdiri dari
utang jangka pendek sejumlah US$1,60 miliar dan utang jangka panjang sejumlah
US$899 juta.
Gejala Krakatau Steel bermasalah makin kuat ditandai
dengan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 1.300 karyawan organiknya.
PHK itu akan dilakukan secara bertahap, mulai 2019 hingga 2022. Rencana PHK ini
diketahui dari Surat Edaran (SE) No 73/Dir.SDM-KS/2019 perihal Restrukturisasi
Organisasi Krakatau Steel. Pada surat per tanggal 29 Maret 2019 itu ditujukan untuk kepada General Manager (GM) dan manager di lingkungan Krakatau Steel.
Dalam SE tersebut, tercantum sejumlah poin penting.
Di antaranya, merestrukturisasi 30% dari total 4.453 karyawan organik Krakatau
Steel induk. Total karyawan yang masih bekerja sebanyak 6.264 karyawan. Ini sesuai Rencana Jangka
Panjang Perusahaan (RJPP) 2018-2022 Krakatau Steel, di mana target
produktivitas karyawan Key
Performance Indikator (KPI)
sebesar USD667 ribu per karyawan, setara dengan 4.352 orang. Maka dengan itu, ada sekitar
1.300 karyawan organik akan mendapatkan restrukturisasi. Restrukturisasi pun
akan menjadi tanggung jawab GM masing-masing unit kerja, bekerja sama dengan GM
Human Capital Manajement.
Sementara, Senior Corporate Comunication pada
Corporate Comunication (Corcom) Krakatau Steel Vicky Muhamad Rosyad mengatakan,
ini merupakan agenda restrukturisasi guna pembenahan secara terpadu perseroan.
Namun ia mengaku tidak tahu mulai kapan restrukturisasi tersebut akan dimulai. Diungkapkan Vicky, semangat
dari restrukturisasi ini untuk mendorong kebangkitan perusahaan baja plat merah
tersebut seraya membantu sektor keuangan Krakatau Steel.
Terkait rencana adanya PHK itu mendapat respon
negatif dari Federasi Serikat Baja Cilegon (FSBC). Ketua FSBC Safrudin, dengan
tegas menolak rencana tersebut. "PHK itu tidak sesuai Undang Undang tenaga kerja. Kalau memang
restrukturisasi dilakukan untuk menyelamatkan keuangan, memangnya Krakatau
Steel pailit? Kalau pailit mana surat keputusan pailitnya," tuturnya.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Direktur Utama PT Krakatau
Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim pernah mengatakan perseroan menargetkan efisiensi atau
perampingan sekitar 2.400 karyawan organik di perusahaan induk KRAS hingga
tahun depan, baik itu melalui natural retirement, pengalihan tenaga kerja ke
anak perusahaan, maupun program pensiun dini.
Setidaknya ada 800 karyawan yang
akan memasuki masa pensiun hingga tahun depan serta pengalihan 600 karyawan
dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan Krakatau Steel.
"Optimalisasi, tenaga kerja di lini
bisnis yang sudah bertahun-tahun tidak berproduksi, saya pindahkan ke tempat
lain yang masih berproduksi. Nantinya juga ada program pensiun dini yang belum
saya keluarkan, kita akan lihat keuangan KS apakah memungkinkan untuk
menjalankan program ini. Target kami bisa efisiensi hingga sekitar 2.400
karyawan," jelasnya.
Berbagai permasalahan menimpa PT
Krakatau Steel menyebabkan perusahaan ini diambang kegoyahan dan kebangkrutan.
Langkah sigap haruslah segera ditempuh demi menyelematkan perusahaan dari mimpi
buruknya. Bagaimanakah nasib PT Krakatau
Steel kedepannya? Semoga kabar baik yang akan terdengar dari salah satu
perusahaan BUMN ini.
Referensi:
CNBC Indonesia. Ada Kabar PHK 1.300 Karyawan Krakatau Steel, Ini Jawaban
BUMN.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20190627110203-4-81012/ada-kabar-phk-1300-karyawan-krakatau-steel-ini-jawaban-bumn
CNBC Indonesia. Biar Krakatau Steel Selamat, Ini Solusi dari Komisaris.
https://www.cnbcindonesia.com/market/20190724155116-17-87289/biar-krakatau-steel-selamat-ini-solusi-dari-komisaris
CNBC Indonesia. Nasib Miris KS: Rugi 7 Tahun, Isu PHK, dan Komisaris
Mundur.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20190724022425-4-87047/nasib-miris-ks-rugi-7-tahun-isu-phk-dan-komisaris-mundur
Detik Finance. 1.300 Karyawan Krakatau Steel Terancam PHK.
https://finance.detik.com/industri/d-4601146/1300-karyawan-krakatau-steel-terancam-phk
Viva. Kementrian BUMN Tegaskan Tak Ada PHK Massal di Krakatau Steel.
https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1162607-kementerian-bumn-tegaskan-tak-ada-phk-massal-di-krakatau-steel
Wikipedia. Krakatau Steel (perusahaan).
https://id.wikipedia.org/wiki/Krakatau_Steel_%28perusahaan%29
Wikipedia. Pemutusan hubungan kerja.
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemutusan_hubungan_kerja
Wowkeren. Terancam Bangkrut Terlilit Utang, PT Krakatau Steel Bakal
Rumahkan 1.300 Karyawan.
https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00261936.html
Tirto. Hancur Lebur Krakatau Steel: Rugi Menahun & Hutan Menggunung.
https://tirto.id/hancur-lebur-krakatau-steel-rugi-menahun-utang-menggunung-dmPj
Terjebak di Antara Perang Dagang Sang Adikuasa
![]() |
| Ilustrasi: Getty Images |
Ditulis oleh: Muhammad
Mumtaz Hidayatullah
Anggota Departemen Keilmuan HMJ EP 2019
Perang
adalah cara yang paling ampuh untuk menguasai dan mendominasi. Selain itu, perang
adalah langkah yang keji serta licik dalam memenangkan kompetisi. Baik jenis
perang tersebut fisik ataupun nonfisik. Perang dapat menimbulkan dampak yang
berkepanjangan apabila kita tidak mampu untuk survive dari hal tersebut. Banyak faktor yang menyebabkan perang
dan faktor terbesarnya adalah ekonomi. Mengapa ekonomi ?. Karena ekonomi
merupakan hal penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat di suatu
Negara.Pada zaman now ini, perang
yang terjadi adalah perang ekonomi. Sudah bukan zamannya lagi perang dengan
menggunakan senjata api. Karena senjata yang paling berbahaya sekarang adalah
kebijakan ekonomi. Negara - negara adikuasa saling berlomba untuk menjadi
pemenang dalam ekonomi. Karena menguasai ekonomi akan menjaga eksistensi mereka
di dunia internasional.
Sekarang
ini terjadi perang dagang terbesar di dunia antara sang adikuasa yaitu Amerika
Serikat dengan pesaing terbesarnya yaitu China. Sang adikuasa sangat terancam
akan strategi ekonomi yang dilakukan China dan mereka khawatir jikalau tidak
lama lagi takhta penguasa ekonomi yang dimilikinya akan direnggut oleh China. Ketegangan
antara AS dan China bermula setelah pihak AS merasa dirugikan akibat pencurian
kekayaan intelektual yang dilakukan oleh China. Tidak tanggung- tanggung
menurut laporan Komisi Pencurian Hak Kekayaan Intelektual kerugian yang
didapatkan oleh AS mencapai US$ 225 hingga 600 miliar untuk kekayaan
intelektual dan produk bajakan.
Seperti kasus perusahaan asal AS Paulson Manufacturing.
Perusahaan yang meproduksi kacamata dan perisai pelindung bagi pekerja industri
dan pemadam kebakaran ini merasa hasil produksinya disalin oleh suatu
perusahaan asal China. “ Dalam satu tahun dari suatu produk baru yang saya
keluarkan, disalin di suatu tempat di dunia. Mereka bahkan menggunakan nama
perusahaan kami dan menggandakannya”. Kata CEO Roy Paulson, ia menemukan
produknya disalin saat menghadiri pameran dagang di China”. Dikutip dari Sindo
News, Minggu (24/02/2019)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pun akhirnya mengumumkan
pada 22 Maret 2018, bahwa Amerika Serikat mengenakan bea masuk sebesar US$50
miliar untuk barang-barang China di bawah Pasal 301 Undang-Undang Amerika
Serikat Tahun 1974 tentang Perdagangan, dengan menyebut adanya "praktik
perdagangan tidak adil" dan pencurian kekayaan intelektual.
Sebagai pembalasan, pemerintah Tiongkok juga menerapkan bea masuk untuk
lebih dari 128 produk AS.
Apabila
kita melihat dari data yang bersumber dari UN Comtrade Database yang
dihimpun oleh CNBC Indonesia. AS dan China memiliki hubungan timbal balik dalam
ekspor produk. AS banyak mengekspor produk ke Tiongkok dengan 3 besar produk
yang di ekspor AS yaitu $328,9 juta untuk daging babi, komoditas buah dan
kacang sebesar $378,4 juta, dan wine sebesar $ 79,47 juta. Tiongkok pun banyak mengekspor
produk ke AS yaitu bahan baku pesawat sebesar US$ 1.111,88 juta, telekomunikasi
sebesar US$ 45.879,42 juta , dan besi sebesar US$ 48,86 juta.
Dari
data tersebut bisa kita lihat betapa besarnya nilai transaksi ekspor barang
antara kedua negara dan betapa mereka saling membutuhkan contohnya di bidang perangkat
telekomunikasi. Perakitan smartphone terkenal asal AS yang menjadi lifestyle bagi anak muda hingga usia tua
yaitu Iphone dilakukan di China dan bukan hanya itu. Mereka melakukan
ekspor produk telekomunikasi mereka sendiri seperti Oppo, Vivo dan
Xiaomi ke Amerika Serikat. Oleh sebab itu alhasil ekspor barang
telekomunikasi bagi China ke AS mempunyai nilai transaksi yang sangat besar.
Hingga
sekarang perang dagang tersebut makin memanas. Dilansir oleh CNBC Indonesia
pada tanggal 10 mei 2019 AS menaikkan bea impor produk China sebesar US$ 200
miliar dan China tidak tinggal diam begitu saja. Mereka menaikkan bea impor produk
AS sebesar US$ 60 miliar pada 1 Juni 2019. Tentunya perang dagang antara kedua
negara tersebut menimbulkan efek yang negatif bagi perekonomian dunia. Ibarat
gempa, apabila kedua negara tersebut berseteru maka negara-negara lain terkena
guncangannya. Terutama kepada negara-negara yang perekonomiannya bergantung
terhadap kedua negara tersebut. Sebab kenaikan bea impor akan menyebabkan
kerugian bagi negara pengekspor karena biaya ekspor lebih besar darpada biaya
yang akan mereka dapatkan. Hal ini akan menimbulkan ketidakpastian dalam
pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Seperti nilai tukar yang akan terus
menurun dan ketidakstabilan suku bunga Menurut pandangan IMF, perang dagang tersebut
akan menimbulkan penurunan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 0,4
poin persentase menjadi 3,3% di tahun 2019. Tidak hanya IMF, Fitch Ratings
pun memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi global di 2019 di estimasi melambat
sebesar 0,1 poin persentase menjadi 3,1 %.
Alhasil
perang dagang ini juga akan menimbulkan dampak bagi Indonesia. Yakni
ketidakpastian ekonomi lantaran pelaku usaha cenderung menahan diri sehingga
menahan laju pertumbuhan ekonomi. Lalu selanjutnya juga akan terjadi pelemahan
ekonomi karena ekspor Indonesia (batu bara, minyak kelapa sawit, pakaian, besi
serta baja) akan terganggu sebab AS dan China adalah mitra dagang terbesar
Indonesia. Bahkan Badan Pusat Statistik mencatat bahwa terjadi penurunan
kinerja ekspor Indonesia. Sepanjang Januari – Maret 2019 kinerja ekspor
Indonesia sebesar US$ 40,51 miliar atau turun 8,5 % year-on-year (yoy) akibat
perang dagang.
Tentunya
penurunan ekspor akan menyebabkan defisit neraca perdagangan Indonesia. Badan
Pusat Statistik telah merilis bahwa pada periode April 2019 neraca perdagangan
Indonesia mengalami defisit. Pada periode tersebut ekspor mencapai US$ 12,6
miliar (turun 13,1% year on year). Impor mencapai US$ 15,10 miliar (turun 6,58%
year on year). Dari hasil tersebut maka neraca perdagangan Indonesia pada April
2019 mencatatkan defisit sebesar US$ 2,5 miliar. Beban neraca perdagangan
semakin berat tentunya akan berdampak pada nilai rupiah.Hasilnya dilansi dari
CNBC Indonesia pada akhir periode April 2019 rupiah melemah 0,04 % melawan
dollar AS di perdagangan pasar, pelemahan rupiah berlangsung-langsung menjadi
kian dalam hingga mendekati Rp. 14.200 / dollar AS.
(2)
Indonesia perlu menerapkan kebijakan pengendalian impor. Dengan cara menaikkan tarif
bea masuk impor produk yang berdampak besar terhadap neraca perdagangan dan
neraca transaksi berjalan, (3) Insentif Fiskal, yaitu dengan memberi peluang
bagi industri dalam negeri melalui kebijakan perpajakan yang memberikan
kepastian, keamanan dan kenyamanan.
Indonesia
juga perlu menerapkan kebijakan jangka Panjang. Antara lain : (1) Peningkatan
SDM (Sumber Daya Manusia). Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik
(BPS) pada tahun 2017, jumlah angkatan kerja di Indonesia masih didominasi lulusan
SD (Sekolah Dasar) sebanyak 41,80 %. Sudah sewajarnya pemerintah menerapkan
system Pendidikan mendukung jumlah
lulusan STEM (Sains, Technology, Engineering, and Math) untuk mendukung
percepatan inovasi tekhnologi dalam negeri. (2) Menerapkan pembangunan
infrastruktur yang tepat sasaran. Infrastruktur masih perlu dikembangkan akan
tetapi harus tepat sasaran agar dapat mengurangi biaya logistik baik dalam
negeri maupun internasional.
Pemerintah diharapkan lebih antisipatif lagi dalam
menghadapi perang dagang AS – China. Agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan
efek negatif bagi kita. Indonesia adalah negara yang besar serta kaya akan
sumber daya alam. Pemerintah diharapkan lebih antispatif dan aktif lagi dalam
menerapkan kebijakan ekonomi sehingga Indonesia bisa keluar dari jebakan perang
dagang ini. Bukan hanya pemerintah tetapi kita sebagai masyarakat harus ikut
aktif dan kritis dalam menghadapi perang dagang ini bisa dengan penurunan
konsumsi barang impor dari luar negeri atau bisa dengan memberi dukungan serta
masukan kepada pemerintah. Karena dengan bersama kita bisa menghadapi
segalanya. Dengan bersama kita bisa mencari jalan keluar dari jebakan perang
dagang sang adikuasa.
Referensi:
Hartati,
Sri Enny. 2018. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019: Adu Strategi
Hadapi Perang Dagang. INDEF.
Raihani, Latanya Tita. Lesunya Perekonomian
Global akibat perang dagang AS – China.https://www.kompasiana.com/latanyatita/5c72898812ae9448245b48a4/lesunya-perekonomian-global-akibat-perang-dagang-as-china.
Ayuningtyas, Dwi. Perang Dagang : Apa Saja
Ekspor Indonesia ke AS – China. https://www.cnbcindonesia.com/market/20190514142423-17-72379/perang-dagang-apa-saja-ekspor-indonesia-ke-as-china.
Rika,
Hesti. BPS Catat Neraca Perdagangan April Defisit US$ 25 Miliar. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190515102344-92-395014/bps-catat-neraca-perdagangan-april-defisit-us-25-miliar.
Kevin,
Anthony. Nasib Rupiah Hari Ini Terlemah Pada April, Terburuk se Asia https://www.cnbcindonesia.com/market/20190429133336-17-69411/nasib-rupiah-hari-ini-terlemah-pada-april-terburuk-se-asia
CNN
Indonesia. Selamat Datang Perang Dagang Amerika Serikat vs Tiongkok. https://www.youtube.com/watch?v=8J9CzRRnz3w&t=606s.
Olivia,
Grace. Perang Dagang Kembali Tegang Bagaimana Ekspor Indonesia ke AS dan China,
https://nasional.kontan.co.id/news/perang-dagang-kembali-tegang-bagaimana-ekspor-indonesia-ke-as-dan-china
Ketu,
Adi. Perang Dagang : Saat Kebiasaan Mencuri China Mendapat Perlawanan Keras
Amerika Serikat. https://theglobal-review.com/perang-dagang-saat-kebiasaan-mencuri-cina-mendapat-perlawanan-keras-amerika-serikat/.
Syafina, Dhea Chadiza "Skenario-Skenario
Perang Dagang AS-Cina 2019: Apa Efeknya ke Dunia?", https://tirto.id/skenario-skenario-perang-dagang-as-cina-2019-apa-efeknya-ke-dunia-dchY.
Wikipedia. Perang Dagang Amerika Serikat –
Tiongkok 2018. https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_dagang_Amerika_Serikat%E2%80%93Tiongkok_2018.
Wirayani,
Prima. Bank Dunia: Perang Dagang Akan Pukul Perekonomian China https://www.cnbcindonesia.com/market/20190605043754-17-76783/bank-dunia-perang-dagang-akan-pukul-perekonomian-china.
CNN
Indonesia. Efek Defisit Neraca Perdagangan Mulai Terasa Rupiah Melemah. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190116165314-78-361308/efek-defisit-neraca-perdagangan-mulai-terasa-rupiah-melemah.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Sekretariat:
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Jalan Ibnu Sina IV, Ciputat, Tangerang Selatan 15419
---
Search This Blog
Labels
Member of IMEPI JABAGBAR
Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan yang berada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan anggota dari IMEPI JABAGBAR (Ikatan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Indonesia Regional Jawa Bagian Barat)




















